Powered By Blogger

Senin, 28 Juni 2010

Ucapan selamat ulang tahun

Dan,ketika semua mata masih terpejam..
Ketika sebagian besar orang masih terlelap dalam tidurnya, ...
Ketika mentari belum memberimu kehangatan sinarnya,..
Ketika malam belum mulai menghilang,
dan kau mulai membuka matamu perlahan,..
Kubisikkan sebaris doa melalui semilir angin disekitarmu,..
Kan kau hirup dan dapat rasakan beribu doa yang menyertaimu dari waktu ke waktu..
Meski lantunan kata-kata dan doa yang kulantunkan untukmu tak berharga, tak bernilai apa-apa...
Namun jadikan ini sebagai tanda di hatimu bahwa aku tetap sahabatmu..
Shabatmu yang bkan apa-apa ini, semoga menjadi orang pertama yang mengucapkan "happy birthday" untukmu dengan segala ketulusan hati...
Maaf aku tak bisa memberimu sesuatu yang berharga, namun jadikan untaian kata-kata dan doaku ini sebagai sesuatu yang berharga untuk kau baca,kau nikmati, dan kau simpan dalam hati..
Semua kebahagiaan, cinta, kasih sayang, dan seluruh kebaikan menaungimu..........

Minggu, 27 Juni 2010

My story (part 3)

Aku tak mengerti dengan apa lagi harus kuungkapkan semua isi hatiku. Aku tak tau lagi harus bagaimana untuk mengungkapkan semua gejolak yang berkecambuk dalam raga.Semua ini sungguh menyiksa diriku, hatiku, batinku, dan fikiranku. Sungguh... Aku tak paham betul apa yang terlintas dalam fikirannya. Betapa teganya ia menyakitiku seperti ini.
Bukan...!! Bukan menyakiti, tapi menghancurkanku seperti ini.
Nyaris seperti debu. Bahkan tak berwujud lagi. Sungguh teramat sakit yang kurasa. Sungguh teramat pedih yang kuterima darinya. Sungguh...aku tak percaya semua ini terjadi padaku... Sungguh aku tak percaya ia bisa melakukan ini padaku... Apa salahku padanya??Apa??!!!

Awalnya aku mengira,hanya dialah yang mampu menolongku dari rasa sakit yang ditimbulkan Romeo waktu itu.Awalnya aku kira hanya padanyalah aku akan merasakan cinta sesungguhnya itu lagi, selain bersama dirinya. Aku mencintanya, menyayanginya, bahkan memujanya seperti aku memuja para dewa...Sungguh tak terlukiskan bagaimana aku menggambarkannya sebagai seseorang yang telah menyelamatkan hidupku dari kepedihan. Dari rasa sakit yang berkecamuk dalam raga dan jiwa. Dari semua kehancuran yang diakibatkan Romeo karena mencintai sahabatku sendiri. Tapi, harapanku telah dihancurkannya. Aku salah besar mengira dia sungguh-sungguh malaikatku. Aku salah besar menganggapnya sebagai penyelamat hidupku.. Penyelamat jiwaku. Tapi nyatanya kini ia meleburkan hatiku yang baru saja kucoba untuk kutata kembali.

Alfa... Apa salahku padamu??
Mengapa kau lakukan ini padaku?
Awalnya kau sembuhkan berbagai luka yang ada dalam hatiku. Luka parah yang tercabik-cabik. Terasa pedih dan menyiksa,. Awalnya aku tak yakin engkau bisa menyembuhkannya lagi. Mengembalikannya lagi ke bentuknya semula. Mengembalikannya lagi menjadi barang utuh seperti sedia kala. Namun,tanpa kusadarari, meski pelan namun pasti, engkau mengobatinya. Perlahan-lahan engkau mulai memunguti dan menyatukan kembali serpihan-serpihan hatiku yang masih tersisa. Bahkan terus mencari sisa-sisa dalam jiwaku, kalau-kalau masih ada kehidupan disana, dan kau coba tuk satukan lagi.
Sedikit demi sedikit hatiku terbentu lagi. Bahkan telah tumbuh berjuta-juta rumpun bunga disana. Bunga-bunga cinta yang selalu bersemi menantikanmu untuk menyiraminya dengan cintamu... Dengan segenap kasih sayang dan kepedulianmu.. Bahkan, tak sedikitpun aku ingat, bahwa aku sempat mencintai Romeo begitu dalam sedalam aku mencintai dirimu. Aku memujamu. Menghayalkanmu setiap waktu.

Sampai.....
Kau hancuran semua keindahan itu. Kau pergi, dan mungkin tak akan pernah kembali kepadaku. Tanpa alasan yang jelas, tanpa pemberitahuan apapun, tanpa suara, tanpa kata-kata, dan tanpa bertatapan sedikitpun.

Aku tak mengerti sama sekali akan apa yang terjadi padamu... Akan apa yang menimpa dirimu hingga kau seperti ini. Aku tak mengerti. Terakhir kali kita bertemu di Pameran waktu itu, kau masih bersikap seperti biasanya, kau masih menunjukan semua perhatianmu. Kau masih disini. Dihadapanku, terlukis jelas dihatiku. Dan pesan terakhirmu, sebelum ku tidur, masih terngiang hingga saat ini.....
"Letakkan impian harapan dan anganmu sebelum mata terlelap....
Agar saat mata terbuka sejuta harapan kan berikan keyakinan bahwa hari esok pasti lebih indah....
Met istirahat...."

Dan semenjak itu tak ada apa-apa lagi..

Tak taukah dirimu, betapa tersiksanya aku saat kau tak ada?
Tak taukah dirimu, betapa aku mencoba bertahan saat kau tak ada disampingku?
Tak taukah dirimu betapa aku sebisa mungkin berusaha mencarimu.. Menantikan penjelasan akan semua ini..??

Bulan pertama..
Aku terus menghubungimu, menelfonmu, mengirimimu pesan-pesan...
Namun, tak satupun dari semua itu kau coba tuk membalasnya...

Bulan kedua...
Aku mencoba meminta bantuan temanmu,kakakmu, dan sahabat-sahabatku untuk mencari tau ada apa yang sebenarnya. Tapi kau tetap membisu.
Bahkan kau memusuhi mereka! Tak mengajak mereka bicara!!
Apapun yang berhubungan dengaku selalu kau jauhi, selalu kau hindari, selalu kau benci seakan-akan, aku ini sesuatu yang menyebarkan penyakit berbahaya yang jika didekati akan menyebarkan virus mematikan.
Apa salahku padamu?
Apa dosaku padamu?

Tak taukah dirimu setiap malam aku selalu menangisi dirimu... Merindukan dirimu, memimpikan dirimu...??
Betapa tak tenangnay tidurku?
Betapa tiap hari dan tiap waktu yang kulewati sampai saat ini terasa menyakitkan?
Terasa memilukan?
Kenangan akan dirimu, cintamu, kasih sayangmu..
Apa salahku??!!!

Kamis, 29 April 2010

My story (part 2)

Ingin rasanya ku menangis. Menghadapi apa yang terjadi. Cinta dua hati, perpisahan yang membayangi. Betapa aku tak ingin memilih antara alfa dan romeo. Betapa tak inginnya aku melepaskan salah satu di antara kalian. Romeo yang pernah menyakitiku. Tapi sungguh, tak sedikitpun dendam menaungi hatiku. Meski ku tau di hatinya bersemayam cinta untuk sahabatku. Meski kutau hatinya tak sepenuhnya untukku, sikapnya tak menunjukkan isi hatinya. Tapi sungguh aku tak bisa melupakannya. Aku tak bisa menghapus bayangnya. Ia selalu muncul di mimpiku, di benakku, di hari-hariku, da di seluruh keseharianku. Begitu juga alfa. Mengapa hati ini begitu kejam? Membiarkanku menumbuhkan harapan dan kasih sayang sebesar ini kepada mereka? Membiarkan mereka tersakiti oleh keegoisanku. Yang memaksakan memilikinya dan dirinya. Mengapa aku ditakdirkan tak bisa memilih?

Belum lagi perpisahan yang sebentar lagi akan tiba. Aku tak ingin berpisah dengan alfa, dengan teman-teman, guru-guru. Masih banyak yang igin aku perbaiki dari segala kesalahan yang pernah aku lakukan selama ini. Teman-teman, guru-guru, dan semuanya, maafkan aku yang pernah membuatmu kecewa. Maafkan aku yang pernah membuatmu terluka. Maafkan aku karena tak bisa menjadi seperti yang kalian iginkan. Maafkan aku yang pernah melukaimu...

Bimbang

Maafkan aku yang menodai rasamu..
Maafkan aku yang menyakitimu...
Meski kau tak melihat apa yang terjadi,,
Tapi perasaan ini tak ragu tuk katakan penyesalan...
Begitu rapuhnya aku,...
Begitu lobhanya aku..
Ingin memiliki dirimu dan dirinya,..
Ingin memeluk cintamu dan bayangnya
Namun sungguh...
Benar-benar aku tak berdaya di buatnya...
Benar-benar tak berdaya akan rasa ini..
Tak berdaya akan arti dari rasa ini
Hati ini, cinta ini...

Kamis, 25 Februari 2010

Lonely

all af my life...
all of my wings...
disappear....
and now,i'm alone...
lonely, with all bad story....
i'm sad...
i'm bad...
missing with my dreams...

Sabtu, 20 Februari 2010

Jenuh

Apa lagi yang bisa kukatakan?
Apa lagi yang bisa kupasrahkan?
Jika dada trasa hampa
Dan tak ada suka tersisa??
Galau merindu terkatung-katung merajai hati
Menjadikanku semakin terlena
Oleh kegalauan,kejenuhan....
Mendera bagai debu-debu tersapu angin malam
Membeku di bawah tinjauan bulan
dan bintang pun bersaksi
Mencari arti semua ini....

Rabu, 17 Februari 2010

My Story (part 1)

          Dan, sekarang telah berhasil kutemukan, hidupku yang baru, jiwaku, mimpiku,dan anganku. Aku telah terbebas dari belenggu mimpi dan semua masa lalaku yang kelam. Dari penantian yang tak pasti, dari gaya hidup bebas yang tak seharusnya kujalani. Semuanya telah bebas.... Semuanya telah lenyap, tak tersisa lagi.... Aku syukuri itu...
             Sekarang dengan Alfa aku memulai kisahku yang baru... Kisah yang begitu sempurna dengan orang yang sempurna pula...  Betapa beruntungnya aku mendapatkannya, yang telah menyelamatkanku dari semuanya... Betapa beruntungnya aku mengenalnya,yang mengenalkanku pada cinta yang baru... Pada cinta yang lebih berharga, pada cinta yang nyata... Begitu bodohnya aku dahulu, menanti cinta yang sudah jelas-jelas tak berpihak padaku, menanti tiap waktu hanya untuk berharap,... Berharap pada mimpi yang kuyakini tak mungkin terwujud... Menjadi miliknya. Namun penantianku yang panjang itu tak pernah terwujud... semua harapan-harapanku tak terkabulkan, bergeser, bahkan hancur menjadi puing-puing... "aku tak bisa memilih salah satu dari dua matahari yang selalu menyinariku",ucapnya malam itu.. mendengar itu semua, betapa hancur dan leburnya hatiku.. Harapanku pupus sudah sampai disini... Menyadari bahwa bukan hanya aku di hatinya. Menyadari bahwa ia juga mencintai orang lain, sahabatku... Semenjak itu, aku terpuruk, aku benar-benar terluka, menangis tiap malam hanya untuk mengenangnya, mengenang hal pahit yang telah diberikannya, mengenang debu-debu hatiku... Di saat yang sama seseorang memanggilku. memanggilku dari jurang kesedihan. Berusaha membangunkanku, berusaha menyadarkanku, bahwa hidup tidak hanya sampai disini... Masih banyak yang menyayangiku sepenuh hati, dia... Alfa